Username

Password

Daftar?
Lupa Password?

Login

Opini

Sistem Keungan Syariah Semakin Diminati Perekonomian Global


Senin, 18 Agustus 2014Cakra Aminuddin

Yogya – Keuangan syariah terus berkembang dan  semakin diminati perekonomian dunia. Bahkan, negara-negara di Eropa yang mayoritas penduduknya bukan beragama Islam telah mengakui sistem keuangan syariah memiliki prospek, baik untuk ke depannya. Sehingga penggunaan sistem syariah saat ini sedang mengalami peningkatan.

Hal itu disampaikan Ass. Prof. Sultan Emir Hidayat dari University Collage of Bahrain dalam diskusi “Perkembangan dan Masa Depan Perbankan Islam”, Kamis  (14/8/2014), di Ruang Sidang Hukum Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Saat ini, perkembangan sistem keuangan syariah semakin diakui dunia,” kata Sultan Emir Hidayat sambil menambahkan revolusi pertumbuhan perekonomian tentang syariah Islam dari tahun 1960 hingga saat ini semakin meningkat tajam.

Bahrain dan Malaysia, sebagaimana dikatakan Sultan Emir Hidayat, merupakan negara yang pertumbuhan sistem keuangan syariahnya meningkat signifikan. Kedua negara itu, merupakan negara yang berambisi menjadi pusat keuangan Islam di dunia. Dominasi kedua negara itu, terlihat karena memiliki kerja sama dengan berbagai institusi yang mendukung sistem keuangan Islam, yaitu AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution), IFSB (Islamic Financial Services Boards), IIRA (Islamic International Rating Agency), IILM (International Islamic Liquidity Management), dan IIFM (International Islamic Financial Market).

Emir menegaskan, Bahrain dan Malaysia telah mendapat sokongan dana dari institusi itu untuk mendukung perekonomian dengan sistem syariat Islam. Secara tidak langsung ketika orang mendengar AAOFI, maka yang ada di benak mereka adalah Bahrain. Hal ini menjadi kunci kesuksesan Bahrain untuk mendapatkan image bahwa mereka setingkat dengan AAOFI.

Seharusnya, Indonesia juga bisa mengembangkan sistem keuangan syariah. Hampir 80 persen penduduk Indonesia beragama Islam sehingga menjadi peluang untuk mengembangkan sistem keuangan syariah.

Namun, Emir menjelaskan, Indonesia memiliki beberapa kendala untuk meningkatkan sistem keuangan Islam. Yaitu, kurangnya dukungan dari pemerintah untuk menyelenggarakannya, masih adanya regulasi dari pemerintah yang kurang kuat, minimnya undang-undang yang berkaitan dengan regulasi keuangan syariat Islam, dan kurangnya kerja sama dengan intitusi keuangan syariat Islam di dunia.

“Maka konsekuensinya ialah tidak ada pengawasan secara langsung oleh lembaga itu. Ditambah lagi dengan masih banyak produk-produk yang melakukan kerja sama dengan perbankan konvesional sehingga secara tidak langsung dapat mempengaruhi produk-produk yang bekerja sama dengan perbankan syariah,” papar Emir.

Untuk mengantisipasi kendala-kendala itu, Emir menyarankan agar meningkatkan awareness dan preferencetentang sistem keuangan syariah dan perbankan syariat Islam. Sebab, menurut penelitian yang dikaji,awareness dan preference sangat berpengaruh untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat tentang sistem keuangan syariah dan perbankan syariat.

“Selain itu, kunci kesuksesan industri bisnis keuangan syariah adalah adanya kolaborasi yang baik untuk mendapatkan solusi bersama terhadap kewenangan oleh pemerintah serta regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ungkap Emir.‚Äč

0 Komen Untuk "Sistem Keungan Syariah Semakin Diminati Perekonomian Global"

 KOMENTAR 

Risalah Jumat

Mensiasati Halal dan Haram

Posting Oleh admin | 0 Komentar

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa…

Indahnya Qiyamul Lail

Posting Oleh admin | 1 Komentar

dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu…

Ciri-ciri Akhlak Dalam Islam

Posting Oleh admin | 7 Komentar

Ketahuilah bahwa akhlak menempati posisi penting dalam ajaran Islam. Hal…

Menjaga Ketaqwaan

Posting Oleh admin | 1 Komentar

يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ…

 

Agenda Pimpinan

Tidak Ada Agenda

 

Agenda Ortom

Tidak Ada Agenda

 

Banner

 

Statistic

Hari ini13 Kemaren138 Minggu Ini234 Minggu Lalu609 Bulan ini2396 Tahun ini44044 Total1111676 Hits Count311 Now Online1 Users